Thursday, August 10, 2006

Beriklan ke Perempuan


JIKA Anda seorang suami, bisa jadi Anda pernah mengalami hal ini; ketika belanja barang kebutuhan rumah di supermarket, Anda menjadi sekedar pendorong kereta barang. Atau, harus menunggu berlama-lama istri Anda yang membaca rincian keterangan produk untuk menentukan membelinya atau tidak.
Kejadian di atas adalah sedikit gambaran betapa telitinya seorang perempuan dalam menentukan sebuah produk yang akan dibelinya, serta gambaran bahwa wanita memiliki pengaruh yang besar dalam pembelian suatu produk. Sejumlah survey di beberapa negara pun menunjukkan bahwa perempuan dominan dalam soal yang satu ini. Apalagi sekarang semakin banyak perempuan yang mandiri secara finansial.
Dengan demikian, tak dapat dipungkiri, perempuan adalah pasar yang sangat potensial. Tak hanya untuk urusan kebutuhan pribadinya, namun juga untuk kebutuhan rumah tangga bahkan kebutuhan suami. Bisa dikatakan, perempuan sebagai menteri keuangan di dalam keluarga.
Survei Nielsen Media Research (NMR) di Singapura tahun 2003 dengan responden 1.000 perempuan, memperlihatkan beberapa temuan menarik. Disebutkan antara lain, perempuan sangat dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian produk rumah tangga (96%), properti (88%) dan mobil (69%). Bahkan untuk menentukan tempat liburan, aspirasi kaum perempuan lebih didengar ketimbang pria. Betapa menentukannya perempuan!
Dengan begitu, jangan sepelekan posisi perempuan jika Anda ingin mempromosikan produk dan jasa Anda. Bahkan bisa jadi, untuk campaign produk cukur kumis sekalipun, perempuan tetap mendapat tempat sebagai main visual di iklan selain lelaki sebagai pengguna produk.
Lantas, bagaimana trik membuat iklan untuk membidik pasar perempuan? Melihat sifat wanita yang teliti dalam memilih sebuah produk atau jasa, maka sajikan informasi yang lengkap mengenai produk atau jasa Anda. Informasi lengkap bukan berarti Anda harus menjelaskan panjang lebar soal produk yang diiklankan, karena hal itu justru menggagalkan misi sebuah iklan.
Wanita juga tak merasa dipusingkan dengan pilihan yang beragam atas sebuah produk. Yang penting, informasi mengenai produk tersebut mampu menjawab seluruh pertanyaan yang muncul dalam benak mereka. Sebut saja misalnya sebuah produk shampo. Ada pilihan shampo untuk rambut keriting dicat, atau rambut lurus berketombe dan sebagainya. Bagi perempuan, menampilkan produk tersebut dalam satu iklan tak menjadi masalah.
Kemudian, tampilkan main visual yang gampang dipahami. Ini mengingat perempuam, terlebih ibu rumah tangga dengan sejumlah perannya mulai dari urusan masak, ngurus suami sampai urusan rekening listrik, tentu menginginkan sesuatu yang simpel sehingga gampang untuk dimengerti. Terlebih-lebih bagi perempuan yang bekerja, tentu memiliki sedikit waktu untuk menyimak sebuah iklan.
Yang tak kalah penting, tonjolkan emotional benefit (keuntungan emosional) dari sebuah produk. Ini mengingat perempuan memiliki aspek emosional yang lebih ketimbang lelaki yang lebih rasional. Positioning produk harus diperhatikan. Perempuan mana yang disasar baik secara usia, gaya hidup maupun tingkatan sosial. Dengan demikian, perempuan ikut merasakan situasi yang disajikan dalam iklan.Terakhir, perhatikan masalah psikologi perempuan, yang cendrung memiliki sifat kebersamaan atau persahabatan, dibanding pria yang lebih individualis. Untuk itu, sajikan visual yang mengedepankan suasana kebersamaan, kekeluargaan atau kekerabatan. Lihat saja iklan Sariwangi, blue band dan pepsodent yang berhasil mensasar kaum perempuan. ***

0 Comments:

Post a Comment

<< Home