Thursday, August 10, 2006

MEREK

JANGAN pernah sepelekan merk! Peringatan ini berlaku untuk anda para pebisnis maupun politisi. Kenapa politisi? Karena saat ini merupakan era brand, era personal branding. Namun khususnya personal branding, akan saya sajikan di tulisan mendatang. Kali ini, saya mencoba bicara soal membangun dan mengukur kekuatan merek.
Merek menurut Giribaldi dalam bukunya “The Fundamental of Branding, didefinisikan sebagai kombinasi dari atribut-atribut, dikomunikasikan melalui nama atau simbol yang dapat mempengaruhi proses pemilihan suatu produk atau jasa pada benak konsumen. Gampangnya, dengan merk (yang kuat), produk atau jasa Anda akan tertanam di benak konsumen.
Merek juga positioning. Apa jadinya jika produk pizza dengan target pasar remaja dan masyarakat menengah ke atas, diberi nama “Pizza Usaha Keluarga”? Nggak gaul gitu loh! Atau, produk sabun detergen diberi nama “Gajah Unggul”. Kaum ibu sebagai pemakai sabun, dipastikan tak akan menggunakannya. Merek ini lebih tepat untuk produk semen.
Di Samarinda, ada sebuah warung makan dengan nama “Warung Tanpa Nama”. Namanya, ya “Tanpa Nama” itu. Karena penasaran, saya tanya ke pemiliknya, apa alasan dia memilih nama warungnya “Tanpa Nama”. “Supaya gampang diingat,” jawabnya. Di satu sisi, si pemilik warung cukup kreatif. Tapi menurut saya, masih lebih baik ia memberi merek untuk tempat usahanya.
Untuk usaha baru, mulailah dengan menciptakan merek yang baik. Pilihlah nama sesuai produk dan target pasar usaha Anda. Ciptakan logo yang menarik dan gampang diingat konsumen. Jangan terlalu rumit membuat desain logo, karena hanya akan memusingkan konsumen. Ciptakan karakter melalui desain logo usaha Anda. Jika Anda kesulitan melakukan desain logo, serahkan pada ahli desain yang sekarang cukup banyak dan gampang ditemui.
Langkah selanjutnya, ciptakan tagline atau slogan citra. Soal apa dan mengapa tagline, sudah pernah saya sajikan beberapa waktu lalu. Ciptakan juga slogan citra yang simple. Jangan lupa, tagline juga menjadi penentu positioning.
Sebagai usaha baru, promosi adalah penting, khususnya untuk membangun brand awareness. Setelah itu, ukurlah seberapa besar kekuatan merk Anda. Ada empat indikator mengukur kesuksesan sebuah merk. Pertama, seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika ditanya merek mana saja yang mereka ingat. Kedua, seberapa jauh konsumen dapat mengenal merek tersebut dalam satu kategori tertentu. Ketiga; seberapa jauh pemilih akan memasukkan merek ke dalam alternatif pilihan ketika mereka akan memilih. Dan keempat; seberapa jauh konsumen masih mengingat merek ketika sedang dalam lingkaran merek lain (pesaing). ***

0 Comments:

Post a Comment

<< Home