Re-branding Tiara Lestari

MENARIK mencermati upaya rebranding yang tengah dilakukan Tiara Lestari, model
Sejumlah tawaran job untuk tampil seksi pun tak sedikit yang ia tolak, karena ia sudah bertekad melakukan repositioning. “I’m not sensual model. I’m elegance model,” begitu kira-kira komitmen Tiara.
Tiara Lestari memang fenomenal, sampai-sampai dinobatkan sebagai tokoh sensasional oleh Majalah Rolling Stone Indonesia. Ini karena ia menjadi buah bibir banyak orang setelah tampil di Majalah ber-icon kepala kelinci dengan dasi kupu-kupu itu. Tangis ibunyalah yang membawa ia pulang ke
Program rebranding “Dari sensual ke elegan” dibarengi dengan sejumlah brand activity lainnya, mulai dari peluncuran blog pada 27 September 2005 hingga pameran foto-foto terbarunya di pusat perbelanjaan baru
Memang, imej model porno sangat kental melekat pada diri Tiara, karena ia pernah tampil di Majalah Playboy dan beberapa majalah lainnya seperti FHM Singapura, FHM Jerman, People's Magazine Australia, Penthouse
Bahkan blog pribadinya yang beralamat di tiaralestari.blogspot.com berjudul 'Tiara Lestari's Personal Journal' masih diwarnai oleh beragam komentar pengunjung yang menudingnya sebagai model yang bisa diajak tidur bareng. “Saya nggak perlu menanggapi komentar itu. Tapi saya juga harus tetap jujur untuk tidak menghapus komentar tersebut dari blog saya,” ujar Tiara. Sebuah sikap yang bijak dari rangkaian desain strategi re-branding Tiara.
Yang pasti, blog Tiara begitu banyak dikunjungi oleh masyarakat cyber yang tak hanya dari
Tiara menurut saya, berhasil melakukan rebranding & repositioning. Dalam waktu singkat, ia mampu mengangkat citra dirinya untuk memasuki dunia baru, dunia tanpa unsur pornografi. Profesi baru pun tengah ia siapkan. Namun belum ia putuskan untuk menjadi bintang film layar lebar, bintang sinetron, presenter, penyanyi atau memuat program acara sendiri di televisi.
Menariknya, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutuskan, bidang apa yang akan ia pilih. Secara khusus Tiara membuka poling pengujung untuk memberinya masukan atas pilihan-pilihan tersebut. “Masih belum ada pilihan. Kalau jadi penyanyi kecil kemungkinan. Karena kemampuannya tidak mendukung,” kata Tiara dalam sebuah wawancara media.
Dari poling yang masuk, paling banyak mendukung agar Tiara menjadi bintang film layar lebar. Kemudian diikuti dukungan untuk menjadi presenter dan memiliki program sendiri di televisi. Terakhir, hanya 3 persen yang mendukung ia menjadi penyanyi.
Tiara tengah membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat dalam upaya rebranding citranya. Saya sudah dapat membayangkan, apapun pilihan Tiara nantinya, akan menjadi sesuatu yang booming. Jika ia memilih menjadi bintang layar lebar, maka filmnya bakal laku keras. Jika ia memiliki program acara sendiri di televisi, maka acara tersebut akan mendapat ratting tinggi dengan jumlah penonton yang banyak pula.

